Dukungan Ustad Somas (UAS) dan Tokoh Islam Mengalir Deras TGB Zainul Majdi Jadi Presiden

wp-1521131014221..jpgDukungan Ustad Somas (UAS) dan Tokoh Islam Mengalir Deras TGB Zainul Majdi Jadi Presiden

  • Ustaz Abdul Somad (UAS) alias Hamka Muda Indonesia secara terang-terangan mendukung Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi sebagai calon presiden (capres) atau wakil presiden (wapres) Indonesia. Ustaz Somad tidak menyebut capres lain seperti Prabowo Subianto, Joko Widodo, atau yang lainnya secara terbuka kepada publik. Tapi, malah memilih seniornya di Universitas Al-Azhar, Mesir, itu. Dalam berbagai kesempatan mengisi ceramahnya Ustaz Somad menyelipkan dukungannya terhadap Gubernur NTB itu untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019. UAS menilai TGB sebagai sosok yang mumpuni dalam memimpin bangsa jika melihat rekam jejaknya dalam membangun NTB selama dua periode. “Kita mengenal orang ini sebagai Tuan Guru Bajang, doktor tafsir hadis dari Al Azhar Mesir, sekarang ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia. Hapal Alquran, 30 juz di kepala, ulama ahlus sunnah wal jamaah. Insya Allah jadi calon wakil presiden,” ujar UAS dalam rekaman videonya. Seperti UAS, TGB juga merupakan jebolan Al Azhar Mesir dan berhasil menyelesaikan gelar doktor untuk tafsir hadis. TGB dinilai sukses sebagai Gubernur NTB selama dua periode, mulai dari pengentasan kemiskinan, membangun ekonomi, membangun budaya, hingga menjadi tokoh di balik rencana konversi Bank NTB menjadi bank syariah. Ustaz Somad mengatakan, tindakan TGB mengubah Bank NTB menjadi bank syariah merupakan bukti jika dia begitu peduli dengan sistem ekonomi yang adil dan peduli umat. Kata Ustaz Somad, ada dua bank pembangunan daerah yang masuk program konversi ke syariah, yakni Bank Aceh dan Bank NTB. “Ini tentu hasil perjuangan umat Islam,” kata Ustaz Somad. Karena itu Ustaz Somad yang pernah kuliah di Maroko itu menyatakan dukungan penuhnya kepada TGB untuk menjadi pemimpin nomor satu atau nomor dua di Tanah Air. Ustaz Somad mengaku sering diundang ceramah ke NTB dan bertemu umat Islam di sana. Ustaz Somad mengatakan, suara rakyat NTB ada 6 juta sudah di kantong TGB makanya dia tidak perlu datang ke NTB lagi. Yang perlu dia datangi adalah kantong-kantong di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan daerah-daerah lainnya. Setidaknya, di tiga provinsi di Jawa itu sudah ada 60 juta suara yang bisa dikejar untuk mendukung TGB. “Kantong-kantong suara ini kita rebut,” kata Ustaz Somad. Dukungan Ustaz Somad pun terlihat pada Jumat (23/2) lalu. Tim Relawan TGB Provinsi DIY menggelar pertemuan perdana di Baitul Kilmah, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Jumat (23/2). Pertemuan ini digelar dalam rangka konsolidasi dukungan dalam Pilpres 2019.
  • Tokoh ulama Madura RKH Muhammad Rofi’i Baidhawi mengaku kagum dengan Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi yang mampu menjadi kepala daerah dengan tetap istiqomah dalam menjalankan dakwah. Di mata Kiai Rofi’i, TGB merupakan sosok pemimpin yang sukses karena tak hanya piawai dalam menjalankan amanahnya sebagai gubenur, melainkan juga sebagai seorang Tuan Guru. “Yang saya kagumi, di sela-sela kesibukannya masih sempatkan diri untuk dakwah,” ujar Kiai Rofi’i di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamidy, Pamekasan, Madura, Senin (12/2). Kiai Rofi’i juga mengapresiasi sikap TGB yang tidak meninggalkan tradisi ponpes meski sudah menjadi seorang pemimpin. Bahkan, kata Kiai Rofi’i, TGB mampu mengajak sejumlah ulama besar di dunia untuk berkunjung ke NTB. Kiai Rofi’i berharap, ke depan lebih banyak lagi “TGB-TGB” yang lain, baik di tingkah bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden. Kiai Rofi’i juga berharap TGB bisa berkontribusi lebih, tak hanya sekadar di tingkat daerah, melainkan juga ke level nasional di masa mendatang. “Sebaiknya Tuan Guru setelah selesai mengemban amanah menjadi gubernur, kami harap pindah kantor, bukan di NTB, tapi di Jakarta, yang di deket Monas itu loh,” kata dia.
  • Pendiri Griya Alquran Surabaya Irwitono mengatakan, TGB Muhammad Zainul Majdi merupakan contoh pemimpin yang ideal bagi umat. TGB begitu memberikan perhatian terhadap persatuan masalah umat dan kebangsaan. “Dengan kelebihan dan kekurangan sebagai manusia, (TGB) itu betul-betul paling mendekati konsep kepemimpinan ideal untuk umat,” ujar Irwitono di Griya Alquran, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/2) malam. Menurut Irwitono, tidak ada dikotomi antara agenda kebangsaan dan keumatan. Kedua agenda tersebut merupakan hal yang selaras bagi umat Islam di Indonesia. Irwitono menilai, TGB merupakan sosok yang cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik serta sudah terbukti dalam dua periode memajukan NTB. Ia melanjutkan, sangat jarang ditemukan model pemimpin seperti TGB untuk saat ini.

wp-1521131625239..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s