Penghadangan di GBK, Skenario Politik Murahan Justru Nama Anis Melambung

Penghadangan di GBK, Skenario Politik Murahan Justru Nama Anis Melambung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan saat menghadiri Final Piala Presiden 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2). Sebab, Anies dihalangi Paspampes saat ingin turun ke lapangan menemani Presiden Joko Widodo untuk memberikan piala ke tim Juara Persija Jakarta. Meski Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait sudah meminta maaf dan mengaku dirinya tidak mengerti aturan keprotokoleran. Tak pelak lagi para Jakmania, politikus para pengamat dan masyarakat pada umumnya menduga bahwa insiden memalukan tersebut adalah strategi komunikasi politik pihak yang mengusung Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ditengah melejitnya elektabilitas Anis Baswedan, apalagi bila dipasangkan dengan Gatot Nurmantyo tampaknya tidak terpengaruh dengam skenario politik murahan itu. Siasat itu mengalami kegagalan di tengah jalan, akibatnya justru malah merugikan Joko Widodo itu sendiri. Skenario di lapangan terlalu licik dan tidak bermutu untuk menenenggelam

Yang lebih menyakitkan para jakmania dan masyarakat gelaran Piala Presiden 2015 silam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, ikut turun bersama Presiden Jokowi ke lapangan. Padahal, saat itu yang menang adalah Persib Bandung, bukan Persija Jakarta Bahkan, walikota Bandung Ridwan Kamil juga ikut turun ke lapangan.

Langkah menghadang Anies tampil memdampingi Jokowi justru menuai kecaman. Masyarakat dan Jakmania sudah pintar membaca dan membedakan antara skenario politik atau memang keprotokolan.

Seharusnya Panitia Piala Presiden atau pihak istana membiarkan Anies turun lapangan. Hanya saja tidak dalam moment yang berdekatan dengan presiden. Sehingga langkah tersebut dapat menahan popularitas Anies. Namun, justru Panitia Piala Presiden atau pihak istana melarangnya untuk turun ke lapangan. Justru malah menimbulkan fenomena kontraproduktif yang memunculkan gelombang simpati kepada Anies dan kecaman pada kubuh Jokowi. Bahkan tidak menutup kemungkinan Anies menjadi lawan kuat Joko Widodo 2019 mendatang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s