Mengapa TNI DAN Polisi Berbeda Pendapat Tentang Senjata SAG

Mengapa TNI DAN Polisi Berbeda Pendapat Tentang Senjata SAG ?

  • Kakor Brimob Irjen Pol Murad Ismail mengatakan SAGL Kaliber 40 x 46 mm merupakan senjata yang tidak dapat membunuh tapi hanya memberi efek kejut.. Masih menurut Kakor Brimob, SAGL Kaliber 40 x 46 mm tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan sesuatu seperti tembok ataupun anti tank. Dijelaskan pula senjata tersebut dapat menggunakan peluru karet, peluru hampa, peluru gas air mata, peluru asap, dan ada juga peluru yang menimbulkan ledakan. Polri menyatakan senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk di Soekarno Hatta, sebenarnya sudah ketiga kalinya diadakan. Antaralain pada 2015, 2016, dan sekarang 2017.
  • Menurut TNI, sampai saat ini pihaknya tidak memiliki amunisi seperti yang diimpor Mabes Polri yakni 5.932 amunisi untuk arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan amunisi tersebut memiliki dua keistimewaan. Kata TNI, setelah meledak, peluru itu kemudian meledak untuk kali kedua dan menimbulkan pecahan tubuh granat berupa logam kecil yang melukai maupun mematikan. “Granat ini bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa. TNI sendiri sampai saat ini tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu,” kata Wuryanto saat memberikan keterangan pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Masih berdasarkan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, amunisi yang dikemas dalam 71 koli itu mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak mencapai 400 meter. Selain itu belum ada aturan sebagai payung hukum agar amunisi tajam tersebut bisa dimiliki selain institusi militer. Inpres No 9 tahun 1976 tentang Pengawasan Senjata Api memuat aturan bahwa senjata untuk nonmiliter di bawah 5,56 militer. Sementara untuk standar militer adalah di atas 5 milimeter. Penyimpanan amunisi tajam itu semata-mata untuk menegakkan aturan hingga ada aturan yang baru. Ia jelaskan pula, amunisi yang diimpor dari Bulgaria untuk korps Brimob itu aman selama penyimpanan karena gudang penyimpanan TNI sudah sesuai standar.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s