Politisi dan Pengamat Curiga, Skenario Jokowi dan Gatot

1507415182541_crop_946x304.jpgPolitisi dan Pengamat Curiga, Skenario Jokowi dan Gatot

Sejumlah manuver Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang dinilai politis belakangan dicurigai bagian dari skenario yang sengaja diciptakan oleh Presiden Joko Widodo dengan Gatot. Kecurigaan ini disampaikan politikus PKS M Nasir Djamil dalam diskusi bertajuk “Politik bukan Panglima” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10). Nasir kembali teringat pada pernyataan Jokowi -sapaan presiden- dalam rapat kabinet yang menegaskan posisinya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat, Laut dan Udara.wp-1507411446268..jpg

“Itu kan dalam persepsi saya, Presiden itu mau bilang pada rakyat Indonesia bahwa Panglima Gatot itu anak buah saya, itu anak didik saya, itu murid saya. Kira-kira begitu. Jadi dia (Gatot) mengatakan ini mengatakan itu, dia sudah minta restu dari saya, kira-kira begitu,” kata Nasir. Karena itu, Anggota Komisi III DPR ini curiga jangan-jangan Jokowi-lah yang mengarahkan Panglima TNI untuk melakukan manuver-manuver yang dianggap sebagian kalanngan sebagai aksi politik. “Kita kan tidak tahu di balik semuanya. Bisa saja ada komunikasi pribadi antara Panglima dengan Presiden. Ya sudah gak apa, rapopo yang penting baik-baik saja, kan begitu. Apalagi kita tahu bahwa 2019 sudah mau dekat, Presiden kan perlu juga mencari figur pendampingnya ini,” tutur politikus asal Aceh. Karena itu, lanjutnya, belum diketahui siapa yang layak untuk dijadikan Jokowi sebagai pendamping di Pilpres 2019. Apalagi Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menyatakan tidak akan maju lagi di pemilu mendatang. “Jadi Presiden barangkali perlu untuk melihat kedalaman GN (Gatot Nurmantyo-red) ini, sejauh mana dalamnya dia,” tukas Nasir. Terlebih lagi ada persepsi masyarakat bahwa Jokowi tidak dekat dengan umat Islam. Itu bisa dilihat dari Perppu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang terkesan ingin memukul umat Muslim.

Pengamat politik

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio sependapat dengan politikus PKS M Nasir Djamil terkait kemungkinan adanya skenario Joko Widodo akan berpasangan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019. Dia menilai, ada kemungkinan manuver-manuver Jenderal Gatot yang belakangan menuai polemik di tengah masyarakat, sengaja diciptakan. Apalagi Jokowi -sapaan presiden- diketahui tidak pernah melarang Gatot bermanuver. “Saya setuju. Kalau memang dilarang, itu pasti presiden dari awal akan melarang itu, tapi ini seperti menginginkan pak Gatot melakukan manuver-manuver,” ucap Hendri dalam diskusi bertajuk “Politik bukan Panglima” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10) kemarin.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu menduga Jokowi telah memanggil satu per satu para pembantunya yang masuk bursa cawapres. Beberapa nama yang disebut Hendri adalah Jenderal Gatot, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Makanya coba lihat, Gatot dekati umat Islam, Tito dekati umat Islam. Kemudian Sri Mulyani tarik pajak gede banget. Masing-masing punya panggung sendiri-sendiri. Tapi saya rasa konstelasi semuanya ini, ada sutradaranya,” ucap Hendri.

sumber: jpnn

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s