Pengamat: Ada pihak mengembuskan isu Panglima TNI berpolitik praktis

1507367157357_crop_960x309.jpgDirektur Emrus Corner Emrus Sihombing menilai ada pihak-pihak yang sengaja mewacanakan dan mengembuskan isu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpolitik praktis, dan ingin ikut Pilpres 2019. Menurut Emrus, tidak ada satu pun kalimat maupun perbuatan Gatot yang mengarah kepada politik praktis. Karena itu, Emrus mempertanyakan ada agenda kepentingan politik apa di balik isu mewacanakan Gatot menjadi capres atau cawapres 2019.

“Saya menilai munculnya wacana itu sengaja dibuat oleh orang-orang tertentu. Maka menurut saya yang memunculkan itulah yang menjadi pertanyaan besar, apa agenda politiknya mewacanakan itu?” kata Emrus saat menjawab JPNN, Minggu (8/10).

Menurut dia, jangan-jangan yang mewacanakan itu ada agenda politik. Kecuali mereka benar-benar bisa menunjukkan kata-k Direktur EmrusCorner Emrus Sihombing menilai ada pihak-pihak yang sengaja mewacanakan dan mengembuskan isu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpolitik praktis, dan ingin ikut Pilpres 2019.

Menurut Emrus, tidak ada satu pun kalimat maupun perbuatan Gatot yang mengarah kepada politik praktis. Karena itu, Emrus mempertanyakan ada agenda kepentingan politik apa di balik isu mewacanakan Gatot menjadi capres atau cawapres 2019. “Saya menilai munculnya wacana itu sengaja dibuat oleh orang-orang tertentu. Maka menurut saya yang memunculkan itulah yang menjadi pertanyaan besar, apa agenda politiknya mewacanakan itu?” kata Emrus saat menjawab JPNN, Minggu (8/10).

Menurut dia, jangan-jangan yang mewacanakan itu ada agenda politik. Kecuali mereka benar-benar bisa menunjukkan kata-kata, kalimat panglima yang menjurus kepada pencalonan. “Ini kan sampai sekarang tidak ada,” katanya. Karena itu, Emrus menegaskan kalau boleh berhipotesa jangan-jangan yang mewacanakan ini kepentingan mereka terganggu. “Lalu diwacanakanlah seperti itu, padaha panglima kita tenang-tenang saja tuh,” ujarnya. Dia pun menegaskan, Panglima Gatot dan Presiden Joko Widodo jelas satu garis komando. Panglima patuh kepada presiden yang terpilih secara konstitusional. Lihat saja, kata dia, ketika Gatot berpidato di HUT ke-72 di TNI di Cilegon, Banten, secara nonverbal Jokowi terlihat menganggukkan kepala dan tersenyum simpati sambil memandang panglima. Saat itu Gatot menegaskan bahwa TNI menjalankan politik negara, bukan berpolitik praktis.“Menunduk itu menyatakan setuju dan sambil memandang Gatot dengan sedikt senyum simpati. Senyum memberikan tanda persetujuan,” katanya. Karena itu, Emrus menegaskan kalau boleh berhipotesa jangan-jangan yang mewacanakan ini kepentingan mereka terganggu. “Lalu diwacanakanlah seperti itu, padaha panglima kita tenang-tenang saja tuh,” ujarnya.

Dia pun menegaskan, Panglima Gatot dan Presiden Joko Widodo jelas satu garis komando. Panglima patuh kepada presiden yang terpilih secara konstitusional. Lihat saja, kata dia, ketika Gatot berpidato di HUT ke-72 di TNI di Cilegon, Banten, secara nonverbal Jokowi terlihat menganggukkan kepala dan tersenyum simpati sambil memandang panglima. Saat itu Gatot menegaskan bahwa TNI menjalankan politik negara, bukan berpolitik praktis.“Menunduk itu menyatakan setuju dan sambil memandang Gatot dengan sedikt senyum simpati. Senyum memberikan tanda persetujuan,” katanya.

sum,ber: jawapos.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s