Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Salah Satu Jenderal Terbaik Yang Dimiliki TNI 

Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Salah Satu Jenseral Terbaik Yang Dimiliki TNI

Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat ini merupakan salah satu jenderal terbaik yang dimiliki TNI saat ini, penyandang DAN IV Karate ini merupakan sosok prajurit profesional dan intelektual dengan pandangan dan wawasan luas terhadap pembangunan pertahanan nasional. Selain itu, cepat memahami tentang ancaman serangan terkait perang. Sang Jenderal sering menjadi pembicara di perguruan tinggi. Pemikirannya mengenai bagaimana kita antisipasi proxy war sangat menarik. Selain itu, beliau memiliki banyak wawasan dan ide-ide berlian tentang pertahanan nasional, yang banyak dimuat oleh media cetak dan online

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam perjalanan kariernya meraih calon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sesungguhnya cukup berliku. Alumni Akademi Militer tahun 1982 ini dua kali masuk bursa pemilihan Kepala TNI Angkatan Darat. Pertama, saat pergantian Jenderal Pramono Edhi Wibowo yang masuk masa pensiun, Mei 2013, dan saat pergantian Jenderal Moeldoko yang diangkat Presiden SBY menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono yang masuk masa pensiun, Agustus 2013. 

Dalam dua bursa tersebut, kemunculan pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, ini sangatlah mengejutkan. Bagaimana tidak. Dalam dua bursa tersebut, secara usia harus berhadapan dengan para seniornya dengan usia rata-rata 2 tahun lebih tua, sementara secara pendidikan harus berhadapan dengan beberama seniornya dan satu adik kelasnya di Akademi Militer. Karena itu, prestasi itu mengibarkan namanya sebagai The Rising Star dalam TNI sebagai lembaga pertahanan NKRI, sebuah predikat sama yang pernah disandang Letjen TNI Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus menggantikan Letjen TNI Subagio HS, Desember 1995.

Saat bursa KSAD menggantikan Jenderal Pramono Edhi Wibowo, Mayjen TNI Gatot Numantyo yang masih menjabat Komandan Pendidikan dan Latihan (DanKodiklat) TNI AD bersaing dengan sejumlah jenderal bintang tiga TNI AD, di antaranya Wakil KSAD Letjen Moeldoko (kelahiran 1957/ Akmil 1981), Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Munir (kelahiran 1958/ Akmil 1983), Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Watannas) Letjen TNI Waris (kelahiran 1957/ Akmil 1981), dan Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letjen TNI Budiman (kelahiran 1956/ Akmil 1978).Presiden akhirnya menunjuk Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo.

Sedangkan saat bursa KSAD penggantian Jenderal Moeldoko yang diangkat Presiden SBY menjadi Panglima TNI, mantan Pangdam V/ Brawijaya yang telah menjabat sebagai Pangkostrad ini kembali bersaing dengan tiga rekannya sesama perwira tinggi AD berpangkat Letnan Jenderal, yaitu Letjen TNI Budiman, Letjen TNI Muhammad Munir dan Letjen TNI Waris. Kandidat yang dipilih Presiden SBY adalah Letjen Budiman.

Setelah dua kali gagal mendapatkan amanah Allah SWT lewat Presiden SBY untuk memimpin TNI Angkatan Darat, perjalanan karier Gatot Nurmantyo pun berkibar pada 21 Juli 2014 lalu. Semerbak itu diawali dengan terbitnya Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 36/TNI 2014. Pangdam Jatim yang selalu shalat Subuh berjamaah di Masjid Al-Falah, Surabaya, tanpa pengawalan khusus ini dipilih untuk menjabat KSAD.

Terpilihnya pria bertanggal lahir 13 Maret 1960 ini, diakui banyak pengamat politik dan militer sudah diprediksi sejak namanya kembali muncul dalam bursacalon KSAD. Kendati bersaing dengan Sekjen Wantanas Letjen TNI Warisdan WaKSAD Letjen TNI Muhammad Munir. Salah satu keyakinan para pengamat itu, adalah masa pensiun Gatot yang sekitar 4 tahun lagi. Sebaliknya dua rivalnya sekitar 1 dan 2 tahun lagi.

Selain itu, juga prestasi yang dibukukan Gatot selama karier militernya. Selain sangat variatif, juga terhitung cemerlang dengan menduduki sejumlah jabatan strategis. 

Kariwr Militer Panglima TNI merupakan seorang perwira tinggi TNI AD yang mengawali karier militernya sebagai

  1. Danton MO.81 Kiban Yonif 315/Garuda
  2. Dankipan B Yonif 320/Badak Putih, 
  3. Dankipan C Yonif 310/Kidang Kencana, Kaurdal Denlatpur
  4. Wadan Yonif 516/CY Dam V/Brawijaya
  5. PS Kasi-2/Ops Korem 174/Anim Ti Waninggap Merauke-Papua, 
  6. Danyonif 731/Kabaresi
  7. Dandim 1707/Merauke
  8. Dandim 1701/Jayapura
  9. Sespri Wakasad
  10. Danbrigif 1/PIK Jaya Sakti
  11. Asops Kasdam Jaya
  12. Danrindam Jaya
  13. Danrem 061/Suryakencana (2006-2007).

Sedangkan jabatan strategis di jajaran TNI Angkatan Darat yang pernah diembannya, yaitu 

  1. Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009)
  2. Gubernur Akmil (2009-2010), 
  3. Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), 
  4. Komandan Kodiklat TNI AD (2011-2013)
  5. Pangkostrad (2013-2014).
  6. KSAD, Gatot Nurmantyo 

PEDANG ALLAH

  • KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Pangab Jenderal TNI Moeldoko, KSAL Laksamana TNI Marsetio, dan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengikrarkan sebagai pagar negara di udara, laut, dan wilayah darat NKRI.
  • Kendati pemilihan dan pelantikan Letjen TNI Gatot Nurmantyo berlangsung tidak lazimnya proses pemilihan dan pelantikan pejabat KSAD sebelumnya, hanya berselang empat hari antara waktu penerbitan Kepres penunjukan per tanggal 21 Juli dan pelantikan di Istana Negara Jakarta pada 25 Juli. Namun, ada yang menarik dalam proses pelantikan tersebut, yaitu diselenggarakan pada hari Jumat. Hari yang sama dengan kebiasaan Rasullullah Muhammad SAW dalam menunjuk dan mengangkat para panglima perangnya, yang salah satunya hari penunjukan dan pengangkatan Khalid bin Walid sebagai panglima perang dengan gelar “Pedang Allah”.
  • Saat pelantikan berlangsung, di hadapan Presiden SBY yang disaksikan para menteri dan pejabat TNI, Letjen TNI Gatot Nurmantyo bersumpah kepada Tuhan, bahwa dia berjanji tidak akan menerima janji atau memberi suatu apa pun kepada seseorang yang berkaitan dengan jabatannya. Selain itu, juga berjanji akan setia pada UUD 1945, peraturan lain yang berlaku di Indonesia, dansenantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit.
  • “Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja dari siapa pun yang saya tahu atau dapat mengira yang berkaitan dengan jabatan saya,” kata Gatot menirukan ucapan SBY.
  • Sedangkan usai serah terima jabatan di Mabes AD dengan inspektur upacara Panglima TNI Jenderal Dr. Moeldoko, Jumlat (25/7/2014) sore, Gatot Nurmantyo sebagai KSAD mengaku mendapat perintah dari Presiden SBY untuk segera melakukan konsolidasi ke dalam internal TNI AD. “Melihat apa yang harus dibenahi, segera dibenahi sehingga TNI AD menjadi profesional ke depan,” kata Gatot.
  • Dalam menjalankan tugas, Gatot memastikan, TNI AD akan bersikap netral, berusaha profesional dan tegas. Sikap itu sudah ditunjukkan saat mengamankan proses pemilu presiden (Pilpres) 2014. Ia pun optimistis semuanya akan berjalan aman dan damai hingga 20 Oktober 2014, saat pergantian kepemimpinan nasional.
  • Mengenai hal yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai KSAD, Gatot menegaskan, TNI AD secara organisasi sudah tertata baik saat kepemimpinan Budiman dan KSAD sebelumnya. Gatot mengaku tinggal meneruskan dan menyesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada.
  • “Program sudah ada, tidak mungkin saya ubah. Saya tinggal menyesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada. Program harus berkesinambungan, kalau saya mengubah akan merusak itu, tetap dilanjutkan,” tegasnya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s