Isu 5000 Senjata, Siapa Yang Benar Panglima, Polri atau Menko Polkam ?

Isu 5000 Senjata, Siapa Yang Benar Panglima, Polri atau Menko Polkam ?

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata api ke Indonesia secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi. “Mereka memakai nama Presiden, seolah-olah itu yang berbuat Presiden, padahal saya yakin itu bukan Presiden. Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan di sini. Data kami akurat, data intelijen kami akurat,” ujar Gatot.

  • Pernyataan sang jenderal menuai polemik, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meluruskannya. Ia membenarkan ada institusi, yang membeli senjata api, yakni Polri dan BIN. Namun, Wiranto membantah pembelian dilakukan secara ilegal. Senjata- senjata itu merupakan buatan PT Pindad dan dibeli secara legal. “Setelah saya tanyakan, saya cek kembali, ternyata ini berhubungan dengan pembelian 500 pucuk senjata api buatan PT Pindad yang diperuntukkan bagi sekolah intelijen BIN dan bukan buatan luar negeri,” ujar Wiranto.
  • Polisi Bantah Soal Pengiriman Senjata untuk Brimob. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan kabar pengiriman senjata yang ditujukan untuk Brimob tidak benar atau hoax. “Sumbernya enggak jelas dan yang saya dapat ini,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu (30/9/2017). Rikwanto mengirimkan gambar dengan tulisan hoax yang menimpanya. Diberitakan sebelumnya, PT Mustika Duta disebut telah melakukan impor senjata dan amunisi untuk Brimob Polri. Senjata api dan amunisi itu tiba di bandara Soekarno Hatta Jumat (28/9) malam. Senjata itu didistribusikan dengan menggunakan pesawat carter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024. Pesawat tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 23.30 WIB kemudian unloading barang mulai pukul 23.45 WIB. Proses unloading selesai dan barang digeser ke kargo Unex sekitar pukul 01.25 WIB. Saat ini keberadaan senjata tersebut diduga berada di gudang UNEX area kargo Bandara Soekarno Hatta. Namun rekomendasi Kabais TNI terkait izin masuk impor barang tersebut belum diterbitkan, sehingga Korps Brimob Polri tidak bisa mengambil barang tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s