Isu 5000 Senjata, Panglima Kawatir Indonesia Seperti Irak dan Suriah

Isu 5000 Senjata, Panglima Kawatir Indonesia Seperti Irak dan Suriah

Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai ada institusi nonmiliter yang mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk pengadaan 5.000 senjata secara ilegal ramai jadi perbincangan. Gatot mengatakan, pernyataan tersebut terpaksa dikeluarkan setelah dirinya menganalisis apa yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang dilanda konflik. “Saya menyampaikan keadaan ini karena saya bercermin di Suriah dan Irak. Itu tidak bisa membedakan kombatan dengan non kombatan. Sekali lagi, tidak bisa membedakan kombatan dengan yang non kombatan,” ujar Gatot dalam wawancara bersama Rosiana Silalahi dalam “Rosi” di Kompas TV, Kamis (5/10/2017) malam.”Di situlah terjadi warga sipil bisa memiliki senjata api yang masuk dengan cara ilegal. Melalui institusi yang saya katakan tadi, tidak bisa membedakan kombatan dengan non kombatan,” ucap Gatot.

Gatot menegaskan tidak pernah menyudutkan institusi mana pun karena tidak menyebut satu institusi. Menurut dia, apa yang disampaikan adalah pesan kewaspadaan kepada seluruh elemen di negeri ini. Ketika dimintai ketegasan kembali apakah pernyataan Gatot soal 5.000 senjata api ilegal itu mengarah kepada institusi nonmiliter semisal Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Gatot menegaskan, dirinya tidak akan pernah menyudutkan institusi mana pun. “Saya (hanya) mengatakan institusi. Tidak menyebut (institusi mana). Saya juga cerita kan secara garis besar. Bukan laporan intelijen yang saya sebutkan. Hanya informasi saja berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, kredibel,” ujar Gatot. “Yang membuat gaduh adalah informasi ini keluar, ditanggapinya macam-macam. Ya saya mau apa? Saya menikmati saja kan. Kok saya dibilang buat gaduh, saya tidak buat gaduh. Yang buat gaduh kan media dan itu sah-sah saja dalam kondisi seperti ini,” kata dia.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata api ke Indonesia secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi. “Mereka memakai nama Presiden, seolah-olah itu yang berbuat Presiden, padahal saya yakin itu bukan Presiden. Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan di sini. Data kami akurat, data intelijen kami akurat,” ujar Gatot.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s